Kelebihan dan Kekurangan Atap Rumah Beton untuk Hunian Modern

Posted on

Memiliki tempat tinggal yang nyaman merupakan harapan semua orang, sehingga sebelum membangun rumah, penting untuk memikirkan elemen-elemen yang memengaruhi kenyamanan, terutama yang berkaitan dengan atap. Di Indonesia, terdapat berbagai macam atap rumah, namun atap rumah beton (dak) dan atap genteng adalah yang paling umum digunakan. Artikel ini akan mengupas keunggulan serta kekurangan dari atap dak beton.

Kelebihan dan Kekurangan Atap Rumah Beton untuk Hunian Modern
harian.disway.id

Kelebihan Atap Rumah Beton

Berikut di bawah ini adalah detail kelebihannya dalam menggunakan beton untuk atap rumah.

1. Memiliki Banyak Fungsi

Jika memilih atap beton, tentunya dapat memanfaatkannya untuk banyak hal. Misalnya, seseorang bisa membuat taman dengan meletakkan pot bunga di atasnya, atau menggunakannya untuk menjemur pakaian. Selain itu, atap ini bisa menjadi tempat untuk bersantai bersama keluarga dan juga bisa digunakan untuk menyimpan berbagai barang.

2. Sangat Kuat dan Tidak Mudah Rusak

Atap yang dibuat dari beton bertulang sangat tahan lama dan sulit untuk rusak. Meskipun menghadapi angin kencang dan badai, atap beton rumah akan tetap berdiri tegak tanpa goyang. Atap jenis ini mampu bertahan terhadap berbagai jenis cuaca, baik itu hujan maupun panas.

Menggunakan atap beton dapat mengurangi risiko kebocoran, asalkan menggunakan cat pelindung anti bocor yang sesuai. Disarankan untuk memilih cat pelindung khusus untuk atap beton, seperti Cat Aquaproof Pro, yang sudah terbukti mampu menahan genangan air, tahan terhadap sinar UV, dan juga mengurangi noda.

3. Perawatannya Sangat Mudah

Perawatan cukup sederhana. Siapapun dapat dengan aman berdiri di atas dak beton, ini yang membuat proses pembersihan pada atap beton menjadi gampang. Selain itu, juga akan merasa mudah saat melakukan pengecatan dan perbaikan di atap dak beton tersebut.

Kekurangan

Selain memberikan kelebihan dan manfaat, pemakaian atap rumah beton juga memiliki beberapa kelemahan yang harus dipahami, antara lain sebagai berikut.

1. Pengerjaan Atap Dak Beton Sangat Rumit

Saat kita melihat atap lainnya, pengerjaan atap dak beton memang lebih kompleks. Menggarap atap dak beton memerlukan perhatian khusus agar semua perhitungan dan hasilnya dapat dicapai dengan baik. Jika proses pengerjaan dilakukan dengan kurang tepat, hal ini berpotensi menyebabkan kebocoran pada dak beton rumah atau membuat beton menjadi rapuh.

2. Rawan Tergenang air

Atap yang terbuat dari dak beton biasanya lebih datar dibandingkan dengan atap genteng yang miring, yang memungkinkan air mengalir dengan sendirinya. Di atas atap dak beton, sering kali terdapat saluran air atau talang yang dirancang untuk menjamin aliran air yang baik, terutama ketika hujan turun.

Akan tetapi, kita harus berhati-hati terhadap masalah yang dapat muncul, seperti genangan air di atap beton. Ini bisa terjadi jika saluran air tersumbat oleh kotoran atau benda lain. Oleh karena itu, penting untuk mencegah genangan tersebut agar tidak menyebabkan kebocoran. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan cat pelapis anti bocor yang sesuai. Cat Aquaproof Pro adalah pilihan yang tepat karena sudah terbukti tahan terhadap genangan air berkat teknologi akrilat poliuretan yang canggih.

Menurut video TikTok dari @gravelindonesia, untuk mencegah agar air tidak terakumulasi di atap, permukaan dak beton sebaiknya dibuat miring sekitar 2 derajat ke arah saluran air. Selain itu, menambahkan beberapa saluran drainase juga dapat membantu mempercepat proses pembuangan air dari dak.

3. Harga Cukup Mahal

Kekurangan terakhir dari dak beton adalah biaya yang tinggi. Jika memilih jenis atap rumah beton ini, tentunya perlu menyiapkan anggaran yang besar. Penggunaan atap dak beton jelas lebih mahal dibandingkan dengan atap berbahan genteng. Meskipun biayanya tinggi, kualitasnya sesuai; atap dak beton sangat tangguh dan dapat bertahan selama bertahun-tahun.